Sidik Jari dan Skizofrenia
Written on 02/18/2012 – 13:08 | by marlisakurniaty
Baru minggu kemarin aku mereferensikan metode pembacaan karakter manusia melalui sidik jari kepada kedua orangtuaku. Aku bilang kepada mereka bahwa siapa tahu dengan pembacaan sidik jari, yang merupakan ‘cetakan’ sejak lahir, bisa terbaca apa minat dan bakat adikku yang menderita skizofrenia.
***
Adikku menderita penyakit skizofrenia (schizhophrenia) sejak tahun 2000, itu artinya sudah 10 tahun lebih keluargaku berusaha menyembuhkan penyakit adikku dengan berbagai cara. Mulai dari cara tradisional sampai dengan cara modern. Namun semuanya menemui kebuntuan karena penyakit ini pada dasarnya tidak dapat disembuhkan, melainkan hanya bisa melakukan pencekalan terhadap halusinasi dengan berbagai cara.
Tags: adikku, schizophrenia, sidik jari, skizofrenia, skizoprenia

Ketika aku duduk di bangku sekolah, aku sangat menyadari bahwa aku bukan anak yang pintar, aku juga bukan jenius. Aku baru dapat membaca huruf ketika kelas 2 SD. Aku tidak menonjol sama sekali, kegemaranku adalah menyendiri dan mengamati orang lain. Di sisi lain, aku juga sangat menyadari bahwa menghasilkan prestasi adalah salah satu cara untuk tetap eksis menyamakan posisi terhadap adikku yang sangat disukai oleh teman-temannya. Aku? Aku tidak punya teman.


