kamu boleh pergi kalau kamu mau

5 Oct 2008

Hari ini ku sengaja membiarkan dia pergi dari rongga-rongga hatiku. Seperti bukan aku yang biasanya.
Hatiku memiliki banyak lubang. Tapi juga memiliki banyak ruang. Begitu banyak kepingan-kepingan manusia yang pernah bersemayam, namun tak jarang pula beberapa malaikat menetap-kukuh di dalamnya, yang memberikan pelangi-pelangi indah di dalam jiwaku.

Jiwaku terbentuk karena mereka. Termasuk dia yang sangat ku kasihi yang mencoba pergi perlahan meninggalkan semangkuk kecil benih cinta. Aku tidak keberatan.. -kamu boleh pergi kalau kamu mau-

Aku percaya Tuhan sejak itu.

Aku percaya Takdir setelah itu.

Begitu banyak yang ku dapatkan dari serpihan sisa semangkuk cinta. Tak akan ada surga duniawi yang mampu memahami apa yang sedang ku syukuri saat ini.

-Aku semakin cinta dengan kelakuanmu-

-Aku semakin sayang dengan kisah rahasiamu-

Dia mencoba membeberkan sebuah sisi negatif dari dirinya. Dia berpikir aku akan membuka kunci ruang hatiku dan membiarkannya terbang bebas seperti tanpa bekas setelah itu. Namun cawan-cawan muliaku hanya mengandung unsur suci. Dan sekali lagi ku beritahu..

Aku semakin cinta dengan tindakanmu.

Aku semakin sayang dengan kebodohanmu.

Sayap-sayapku patah hari ini. Hatiku terasa kosong –walau ku tahu itu hanya ilusi sesaat. Karena sesungguhnya Tuhan masih meminjamkanku beberapa malaikat untuk ku tumpangi terbang.

Aku berjanji sejak hari ini, sayap dan hatiku yang sakit tidak akan pernah bisa menahan langkahku untuk terus maju menghadapi sekumpulan syair yang pahit. Cawan-cawanku akan terus kepenuhi mulia yang kudapat dari setapak-setapak perjalanan hati seperti yang kurasakan sakit saat ini.

-Marlisa Kurniaty-


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post