Gejala Skizofrenia Part 1

4 Jan 2011

Tanpa terencana, sekilas saya membaca mengenai gejala Skizofrenia (Schizophrenia) dari halamanWikipedia. Ingatan saya kembali pada masa-masa umur belasan tahun ketika baru saja menginjak bangkuSMU. Pada saat itu saya melihat sendiri gejala-gejala Skizofrenia (Schizophrenia) pada adik saya.

Hati saya tergetar untuk menjabarkan pengalaman-pengalaman tak terlupakan mengenai gejala Skizofrenia(Scizophrenia) ini. Berikut saya ingin menguraikan gejala Skizofrenia (Schizophrenia) berdasarkan datadari Wikipedia dan dibandinkan dengan kenyataan yang saya lihat dan alami. Jika saja gejala inidiketahui lebih awal, maka kemungkinan untuk sembuh akan lebih besar. Semoga Tuhan mempercepatpenyembuhan Skizofrenia yang di derita adik saya, amiin.

***

Wikipedia Said:
1. “A person diagnosed with schizophrenia may experience hallucinations (most commonly hearing voices), delusions… / Seseorang yang terdiagnosa skizofrenia dapat/mungkin mengalami halusinasi (kebanyakan mendengar suara-suara), delusi..”

Pernyataan ini sangat sesuai dengan gejala yang di derita oleh adik saya. Saya sempat membaca buku di Gramed-buku karangan luar, disana disebutkan bahwa halusinasi penderita Skizofrenia ada 3 jenis yakni berupa halusinasi penglihatan saja, pendengaran saja, dan penglihatan plus pendengaran. Untuk kasus adik saya ini, dia menderita yang halusinasi pendengaran saja. Sering dia mengatakan bahwa ada suara-suara orang yang seolah membisikkan ke dalam telinganya. Bahkan Adik saya mengatakan bahwa suara-suara aneh itu sepertinya membisikkan tepat di dalam otaknya. Pada awalnya dia mengira ada orang-orang yang tak terlihat atau gaib yang berbicara padanya dari belakang, ketika menoleh mereka tidak ada. Adik saya sering merasa dikerjai oleh suara-suara itu. Aneh dan lucunya, beberapa waktu kemudian suara-suara itu seperti berusaha meyakinkan adik saya bahwa mereka adalah suara-suara sebagai petunjuk dari Tuhan. Mereka mengatakan kepada adik saya bahwa yang mereka suarakan adalah hal yang patut diikuti. Tidak jarang adik saya sering menaruh curiga kepada keluarga yang ada dirumah karena suara-suara itu mengatakan keluarga saya menaruh racun pada setiap makanan dan minuman yang akan dikonsumsi oleh adik saya. Jika ingatan saya tidak salah, adik saya sempat bercerita bahwa bisikan atau suara-suara seperti ada beberapa orang. Terkadang dia merasa seperti sedang mendengarkan perbincangan antar suara satu dengan yang lain.

2. “…disorganized thinking and speech. The latter may range from loss of train of thought, to sentences only loosely connected in meaning, to incoherence known as word salad in severe cases… / …berpikir dan berbicara yang berantakan (tidak terstruktur). Pada akhirnya dapat memungkinkan hilangnya urutan (rangkaian) pemikiran, kalimat-kalimatnya hanya sedikit yang berarti, pembicaraan yang ngawur seperti pembicaraan yang tercampur aduk pada beberapa kasus berat…”

Gejala yang satu ini terjadi setelah bertahun-tahun sejak adik saya mengalami kemunduran diri dan mental, tepatnya setelah sering menyendiri dan tidak makan (karena terlalu banyak curiga dan pikiran-pikiran negatif lainnya). Suara-suara yang menyertainya semakin rutin dan saya melihat dirinya tertekan karena berusaha berargumen kepada dirinya sendiri untuk tidak mempercayai setiap suara-suara aneh yang ada. Suara-suara itu sudah tidak hanya mempengaruhi pikirannya tetapi juga menyuruh adik saya melakukan sesuatu. Ketika sedang ikutan nimbrung berbicara dengan suara-suara itu, adik saya sering terlihat berbicara sendiri. Lambat laun dia mengikuti bahasa dalam pembicaraan halusinasinya. Kami menyebutnya ‘bahasa cina’ karena logatnya mirip bahasa cina tapi tanpa arti apapun. Sepertinya hanya adik saya yang dan suara-suara itu yang mengerti artinya. Pembicaraannya kepada (dengan bahasa Indonesia biasa) saya pun sudah tidak lagi ada arti apa-apa. Hampir setiap harinya saya mendengarkan omongan kosong tanpa isi darinya selama 2 sampai dengan 4 jam. Sungguh disayangkan saat itu saya belum tahu bahwa ini adalah salah satu gejala skizofrenia… dalam pembicaraan yang sangat lama, rutin, dan tiada arti itu kami sangat banyak berargumen dan bertengkar karena saya terbawa emosi terhadap setiap topik kecurigaannya yang tidak masuk akal (salah satunya adalah, dia merasa bahwa dirinya diculik oleh orangtua saya yang katanya sudah membunuh ibu kandungnya yang asli).

(bersambung ke Gejala Skizofrenia Part 2)


TAGS schizohrenia skizofrenia hallutinate delusi gejala symptom


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post