Gejala Flu Singapore Pada Anakku

27 May 2012

flu-singapore-mei-2012

Nesya kena sariawan parah pas lagi field trip ke Bandung, ternyata kena flu singapore :( Gejalanya diawali dengan panas naik turun yang ga terlalu tinggi selama 3 hari (20-22 Mei 2012), sekitar 37 derajat celcius. Biasanya orangtua akan memberikan obat penurun panas, aku menggunakan Tempra rasa anggur.

Dihari kedua, Nesya mengeluh kerongkongannya terasa perih. Aku coba cek kerongkongannya seperti cara yang pernah diajarkan Dr. Aditya Suryansyah Sp.A; ternyata banyak sekali sariawan di sekeliling amandelnya. Kalau dihitung jumlahnya ga kurang dari 10 bulatan sariawan bulat berwarna putih ukuran besar dan kecil. Pasti sangat perih sekali :( Saat itu aku langsung telepon ayahnya agar cepat pulang dari kantor sehingga Nesya segera dibawa ke dokter.

Dr. Aditya memberikan antibiotik sirup Vipram dan obat Nystatin untuk Nesya. Sepertinya gejala flu singapore belum terdiagnosa saat itu, karena belum tampak benjolan-benjolan merah berisi air di tubuh Nesya.

Pada hari ke-3, Nesya mengadu gatal-gatal di kakinya. Aku melihat hanya ruam merah (belum berair). Aku pikir hanya gatal biasa. Aku hanya memberikannya bedak Caladine untuk mengobati rasa gatal, sementara obat dari Dr. Aditya terus aku berikan secara teratur.

benjolan flue singapore

benjolan flue singapore

Pada hari ke-4, kerongkongan Nesya sudah tidak terasa sakit lagi walaupun masih betebaran sariawan di dalam mulutnya. Hanya tinggal satu sariawan besar di balik bibirnya yang terasa sangat perih karena diameternya lumayan besar. Nafsu makannya sangat berkurang karena perih di mulutnya.

Pada hari ke-5, mulai tampak benjolan-benjolan seperti cacar di kaki. Tapi hari itu Nesya sudah terlanjur berangkat field trip ke Bandung bersama teman-teman sekolahnya. Eyangnya yakin sekali kalau itu alergi, bukan cacar. Aku sangat yakin sekali kalau itu cacar air. Menurut Eyang, gejala benjolan penyakit cacar selalu dimulai dari bagian tengah badan dan munculnya tidak sedikit-sedikit seperti yang Nesya alami. Bukan dimulai dari kaki.

Selama field trip, Nesya masih bisa main. Sepanjang jalan, aku selalu memberikan bedak gatal ke kakinya. Aku sudah mengajak Nesya untuk pulang duluan dari field tripnya tapi Nesya selalu menolak, dia ga mau ketinggalan have fun bersama teman-temannya.

Pada hari ke-6 aku langsung membawa Nesya ke dokter anak. Yang sedang praktek saat itu adalah Dr. Ellya Marliah Sp.A; ia menyatakan Nesya terdiagnosa flu singapore. Ciri yang sangat jelas adalah dimulainya benjolan air dari kaki atau tangan dan benjolan airnya tidak langsung pecah ketika sedikit ditekan, sedangkan benjolan cacar air jika ditekan sedikit saja pasti langsung pecah. Ciri lainnya yang sangat jelas yaitu banyaknya sariawan di dalam mulut. Dr. Ellya memberikan Nesya antibiotik sirup Biolincom dan oral gel Miconazole. Otomatis obat antibiotik sebelumnya dihentikan. Dokter menyarankan agar Nesya makan makanan yang lembut seperti bubur, nasi tim, bubur sumsum, atau makanan lunak lainnya guna mencegah kesakitan ketika mengunyah makanan.

Pemberian oral gel kepada anak tentu bukan hal yang mudah. Nesya merasa perih di mulutnya ketika gel terkena bulatan putih sariawan. Untuk para ibu pasti sudah bisa membayangkan bagaimana sulitnya memberikan makan pada anak kecil, jadi coba bayangkan bagaimana sulitnya membujuk anak agar mau makan sedangkan mulutnya keperihan gara-gara sariawan di penjuru mulutnya >___<

Nesya libur sekolah untuk 1 minggu. Aku sangat khawatir teman-temannya akan tertular karena pada waktu field trip ke Bandung sebenarnya Nesya sudah terkena flu singapore. Sayangnya aku tidak tahu waktu itu kalau ternyata ini adalah gejala dari flu singapore.

Beberapa hal yang aku anjurkan untuk membantu proses penyembuhan penyakit flu singapore ini berdasarkan pengalamanku:

  1. Tetap mandikan anak yang menderita flu singapore untuk mencegah kuman dan kejorokan pada saat sakit. Aku memandikan Nesya dengan air hangat sehari sekali untuk membersihkan kuman dan pecahan air dari benjolannya.
  2. Berikan bedak gatal ke bagian-bagian tubuh yang terdapat bejolan air untuk mengurangi rasa gatalnya. Setiap habis mandi, sebelum tidur, setiap saat terasa gatal.
  3. Selalu berikan pengertian kalau rasa gatal sebaiknya jangan digaruk karena akan menyebabkan benjolan air menjadi pecah. Menurut Nesya, beberapa benjolan yang pecah menjadi terasa perih sekali ketika terkena sabun.
  4. Berikan makanan lunak. Pada kondisi yang sulit makan seperti ini, aku memberikan izin kepada Nesya untuk makan apa saja yang dia mau. Badannya tidak boleh semakin lemah dan lemas karena virus akan sulit keluar dari tubuh yang daya tahannya lemah.
  5. Berikan oral gel (jika diberikan oleh dokter) ketika anak sedang tidur ^__^ ini dilakukan jika anak selalu melepehkan oral gel yang diberikan


TAGS flu singapore


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post