‘Rapuh’

10 Jan 2013

Rasa ini tidak akan bisa diungkap dengan untaian kata apapun. Terlalu buruk. Terlalu hina untuk dikiaskan.. Rasa ini seperti kehilangan sebelah sayap kanan, si penopang kegilaan. Jika saja mampu aku jabarkan…

***

Aku terbangun, mendapati diriku tertidur dipinggir jalan yang tepat menghadap ke resto siap saji. Aku tidak paham mengapa tiba-tiba saja aku berada disini. Aku coba untuk menegakkan diri, tapi terasa lemas sekali. Kelihatannya sebelah kakiku mati rasa. Aku rasa, aku sedang kesemutan.

15 menit sudah berlalu, aku coba kembali menegakkan diri, 1,2,3.. hap! Aneh.. Aku tetap sulit untuk berdiri. Aku tarik ujung bawah celana panjangku yang berada dibalik daster panjang, kudapati kakiku telah membusuk. Warnanya hitam lebam. Aku langsung berteriak sekuat tenaga.. Aku terkejut! Aku tidak terima! Namun teriakanku nyatanya tidak bersuara. Aku berteriak sekali lagi. Tetap tidak terdengar apa pun. Ada apa ini??

Kuamati sekitarku. Semua tampak biasa saja. Ada rumah, ada toko, ada resto fast food di depanku. Aku berusaha bergerak dengan satu kakiku. Aku berpegangan ke dinding-dinding rumah dan pagar sepanjang jalan, mencoba mencari dan menemukan jawaban dari beribu pertanyaan yang tersimpan di otakku.

Sambil menuju ke arah resto fast food di depanku, aku berharap untuk bertemu siapa pun itu. Setengah jalan sudah menuju bagian dalam resto fast food Marina, aku lihat tidak ada siapa pun. Tidak ada kasir si penghitung uang, tidak ada staff yang melayani. Rak-rak makanan yang berjejer sepenuhnya kosong. Tempat air minum terlihat bersih tanpa isi. Tidak di dapati apapun untuk di makan..

Aku duduk di bangku berwarna merah di dalam Marina, mengamati sekelilingku sekali lagi. Tuhan, ada apa sebenarnya ini? Kenapa semua tidak aku kenal? Kenapa kondisi jadi kedap suara? Kenapa kakiku sebelah membusuk? Aku butuh penopang karena setengah bagian tubuhku rusak.

Aku tertatih untuk kembali keluar dari Marina. Aku mencari taksi, berusaha untuk pulang walau dalam setengah kesadaran. Aku yakin ini hanya mimpi. Tapi… Aku ingin mimpi yang indah! Bukan yang seperti ini. Aku harus pulang dari sini.

— — —

Sudah di atas jalan beraspal rupanya. Aku teruskan dengan duduk santai di pinggirnya, menunggu taksi. Aku menunggu dan terus menunggu. Anehnya perutku tidak terasa lapar, tidak ada haus. Dan.. tidak ada taksi… Aku terus menunggu sampai matahari terbenam. Aku bingung.

— — —

Aku lihat papan papan reklame.. biasa saja. Semua tampak biasa seperti dikehidupanku biasanya. Aku berpikir tentang telepon! Aku tertatih kembali masuk ke Marina. Aku cari telepon yang mungkin saja bisa aku gunakan. Aku berharap ada suara tuts kali ini. Aku bersemangat sekali membayangkan telepon tersambung ke rumahku. Aku ingin kembali ke rumah.

Tepat aku berada di depan telepon kepunyaan Marina. Aku angkat gagangnya yang tegak bersandar di badan telepon dinding. Aku tekan tombol rumahku.. tidak ada nada sambungnya. Semua hampa. Aku lanjutkan memijit nomor handphone ku sendiri, walau ak sudah paham bahwa tidak akan ada suara apapun namun ak terus berharap, hanya harapan yang aku punya.

***

Jika saja aku sudah mampu menyelesaikan rasa ini, mungkin aku bisa menemukan kemana aku harus berpulang.. inilah RAPUH. Rasa yang tidak bisa dikiaskan. Hanya saja, rasanya sama seperti berada di dunia yang tidak seorangpun akan paham apa yang ingin aku katakan; yang tidak seorangpun akan mampu mendengar apa yang aku ucapkan. Ruangan HAMPA. Aku dapat bicara apa saja kesulitanku di waktu hidup, tapi tidak akan ada seorangpun yang mampu dengan tepat mendeskripsikan bagaimana RAPUH rasanya…

Bagiku rasanya seperti kehilangan satu kaki secara misterius. Kehilangan keseimbangan dan butuh penopang untuk tetap bertahan (baca: berdiri). Bagiku rasanya seperti menunggu taksi yang tak pernah kunjung datang, karena rapuh hanya ada di dalam tanpa mampu seorangpun menjamahnya. Kerapuhan hanya akan hilang dengan semangat yang datang dari diri seseorang.

Rapuh itu terasa seperti setengah putus asa tanpa mampu menaksir apa yang akan terjadi selanjutnya; inilah yang sedang aku rasakan saat ini.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post