• 10

    Aug

    Hatiku Berbicara Malam Ini

    Ya Allah, tidak tahu kenapa tiba-tiba aku seberani ini terbangun untuk memenuhi panggilan hati dari-Mu. Mungkin sudah terlalu banyak dosa yang bersemayam di dalam diri ini, sampai-sampai mampu mengalahkan ketakutanku akan gelap dimalam hari. Mungkin sudah terlalu kotor hati dan pikiranku, sampai-sampai aku jadi berani menghampiri keran air di malam hari hanya untuk bersuci. Aku tergeletak di perebahan yang baik malam ini. Tubuhku terkulai, tetapi tidak dengan jiwaku. Aku lelah, mataku merasakan kantuk, tetapi hatiku tidak mengizinkan untuk tidur. Sejenak aku berpikir bahwa aku insomnia. Lalu aku membuka smartphone androidku, browsing… edit foto… update status Facebook… update Path… sampai akhirnya aku bosan dan dua jam telah berlalu. Aku berpikir kenapa aku membel
  • 7

    Feb

    Hadiah Untuk Anak Yang Berprestasi, Salahkah?

    Anak adalah harta yang paling berharga yang harus dijaga. Salah satu bentuk kasih sayang adalah dengan memberikan hadiah kepada mereka…tanpa syarat.Apa yang menurut kita sebagai orangtua adalah yang terbaik, belum tentu baik pada zaman anak-anak kita. Jangan pernah berpikir bahwa cara lama akan berfungsi sama pada zaman anak-anak kita. Ketika aku duduk di bangku sekolah, aku sangat menyadari bahwa aku bukan anak yang pintar, aku juga bukan jenius. Aku baru dapat membaca huruf ketika kelas 2 SD. Aku tidak menonjol sama sekali, kegemaranku adalah menyendiri dan mengamati orang lain. Di sisi lain, aku juga sangat menyadari bahwa menghasilkan prestasi adalah salah satu cara untuk tetap eksis menyamakan posisi terhadap adikku yang sangat disukai oleh teman-temannya. Aku? Aku tidak punya
  • 11

    Mar

    Batas-batas

    Ada kalanya semua yang kita simpan itu melebihi kapasitas.Ada kalanya apa yang kita pendam itu melampaui batas-batas.Dan pada saat itu lah kita memiliki dua pilihan, melampaui garis atau malah pergi sama sekali. Rapuh yang kurasa tidak akan bisa menepi jika aku terus mendalami pola yang kalian ukirkan. Mohon maaf jika duniaku tidak sama. Bukan pula salahku jika hidupku tidak seindah yang kalian pikirkan. Kini nasibku berada pada naungan, tapi apakah bisa kalian mengembalikan keadaan yang telah usai? Tolong jangan salahkan masa laluku yang sudah sangat ‘maksimal’ karena sesungguhnya kalian belum cukup mengerti jauh apa arti kehidupan. Tidakpun semua Sufi merasa suci… - coba pikirkan - Aku cukup lelah dengan lika-liku ritual kalian. Aku hanya ingin semua cepat sel
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post